Harapkan STDOUT berupa CSV yang berisi nilai tertentu.
Penggunaan
Scenario: My example scenario
When I run `wp term list post_tag --fields=name,slug --format=csv`
Then STDOUT should be CSV containing:
| name | slug |
| Test term | test |
Dokumentasi langkah Behat dibuat dari basis kode WP-CLIWP-CLI WP-CLI adalah Antarmuka Baris Perintah untuk WordPress, yang digunakan untuk melakukan tugas administratif dan pengembangan secara terprogram. Halaman proyeknya adalah http://wp-cli.org/ https://make.wordpress.org/cli/ pada setiap rilis. Untuk menyarankan perbaikan, silakan kirim pull request.
Terkait
- Then /^the return code should( not)? be (\d+)$/ – Harapkan kode keluar tertentu dari perintah sebelumnya.
- Then /^(STDOUT|STDERR) should( strictly)? (be|contain|not contain):$/ – Periksa isi STDOUT atau STDERR.
- Then /^(STDOUT|STDERR) should be a number$/ – Harapkan STDOUT atau STDERR berupa nilai numerik.
- Then /^(STDOUT|STDERR) should not be a number$/ – Harapkan STDOUT atau STDERR bukan berupa nilai numerik.
- Then /^STDOUT should be a table containing rows:$/ – Harapkan STDOUT berupa tabel yang berisi baris-baris yang diberikan.
- Then /^STDOUT should end with a table containing rows:$/ – Harapkan STDOUT diakhiri dengan tabel yang berisi baris-baris yang diberikan.
- Then /^STDOUT should be JSON containing:$/ – Harapkan output JSONJSON JSON, atau JavaScript Object Notation, adalah format minimal yang mudah dibaca untuk menyusun data. Format ini terutama digunakan untuk mengirimkan data antara server dan aplikasi web, sebagai alternatif untuk XML. yang valid dalam STDOUT.
- Then /^STDOUT should be a JSON array containing:$/ – Harapkan output array JSON yang valid dalam STDOUT.
- Then /^STDOUT should be YAML containing:$/ – Harapkan STDOUT berupa YAML yang berisi konten tertentu.
- Then /^(STDOUT|STDERR) should be empty$/ – Harapkan STDOUT atau STDERR kosong.
- Then /^(STDOUT|STDERR) should not be empty$/ – Harapkan STDOUT atau STDERR tidak kosong.
- Then /^(STDOUT|STDERR) should be a version string (<|<=|>|>=|==|=|!=|<>) ([+\w.{}-]+)$/ – Harapkan STDOUT atau STDERR berupa string versi yang dibandingkan dengan versi yang diberikan.
- Then /^the (.+) (file|directory) should( strictly)? (exist|not exist|be:|contain:|not contain:)$/ – Harapkan file atau direktori tertentu (tidak) ada atau (tidak) berisi konten tertentu.
- Then /^the contents of the (.+) file should( not)? match (((\/.+\/)|(#.+#))(“,”+)?)$/ – Cocokkan isi file dengan regex.[a-z]Then /^(STDOUT|STDERR) should( not)? match (((\/.+\/)|(#.+#))(“,”+)?)$/ – Cocokkan STDOUT atau STDERR dengan regex.
- Then /^an email should (be sent|not be sent)$/ – Harapkan email dikirim (atau tidak dikirim).[a-z]Then the HTTP status code should be :code – Harapkan kode status HTTP untuk mengunjungi `http://localhost:8080`.
- Then /^an email should (be sent|not be sent)$/ – Expect an email to be sent (or not).
- Then the HTTP status code should be :code – Expect the HTTP status code for visiting `http://localhost:8080`.